Doktrin predestinasi adalah doktrin yang sangat kontroversial dalam iman kristen. Alkitab menyatakan, bahwa tidak ada satupun hal yang terjadi diluar kehendak Allah, termasuk keselamatan manusia. Keselamatan adalah anugrah yang diberikan Allah atas diri manusia (Efesus 2:8-10). Hal ini dikarenakan, manusia tidak dapat melakukan apapun untuk menyelamatkan dirinya, sebab mereka semua telah jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23).
Keselamatan manusia telah ditentukan Allah sejak semula (roma 8:29), termasuk mereka yang selamat dan mereka yang tidak selamat. Dalam Yohanes 6:44 dan 8:47, Yesus menerangkan bahwa ada yang berasal dari Allah dan ada juga yang tidak berasal dari Allah. Ia juga menjelaskan hal ini dalam perumpamaanNya mengenai gandum dan ilalang (Matius 13:24-30), serta domba dan kambing (Matius 25:33). Perbedaan tersebut terjadi, karena Allah telah memilih domba-dombaNya/umat pilihanNya sejak semula (Roma 8:29-30), dan Ia telah mengutus Anak-Nya untuk mati bagi mereka (Yohanes 10:11,15).
Maksud dari domba dalam Yohanes 10 ialah mereka yang benar-benar umatNya. Umat yang dipilihNya itu mewakili seluruh dunia, maka St. Paulus mencatat bahwa Yesus mati bagi "semua orang" (2 Korintus 5:15). Frasa "semua orang" bukan literally semua orang. Kita dapat melihatnya dari bahasa asli yang dipakai pada 2 Korintus 5:15.
2 Korintus 5:15 (TB) Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
"All"/"semua" disini menggunakan kata "pantõn", yang mempunyai makna-makna berikut.
Terdapat makna "every" di sini, dan makna tersebut cocok untuk menjelaskan "all". Artinya ialah, Allah menebus setiap umat yang dipilihNya dari segala tempat dan zaman. Ciri-ciri dari mereka yang ditebus: Mereka hidup untuk Dia, yang bangkit di antara orang mati. Ini semakin memperjelas bahwa makna kata "semua" ini bukanlah makna yang literal, karena hanya umat pilihanlah yang mengenal-Nya (Yohanes 10:27), dan bagi merekalah Kristus menyerahkan Nyawa-Nya (Yohanes 10:11 dan 15).
Jadi, Allah tidak mati bagi semua orang (kambing+domba). Ia hanya mati bagi mereka yang dipilihNya sejak kekekalan.
Apakah Allah mengasihi umat bukan pilihan?
Jawabannya adalah iya. Ia tetap mengasihi mereka, sehingga Ia memberikan anugrah umum bagi mereka, seperti nafas hidup, kebijaksanaan, pengetahuan, dan lain sebagainya. Ia juga menyinari mentari dan menurunkan hujan bagi orang benar dan orang fasik.
Namun, orang fasik adalah orang yang tidak pernah ingin mengenal Allah. Mereka bersikeras untuk menolak Allah, sekalipun mereka pernah mendengar tentang Dia. Hal ini dikarenakan mereka tidak mengalami anugrah khusus, yaitu anugrah penebusan Yesus, yang diperuntukkan bagi domba-dombaNya.
Keselamatan itu anugrah karena tidak semua orang mendapatkannya. Tidak semua orang juga diselamatkanNya dari hukuman kekal, karena yang namanya dosa tetap harus dihukum. Hukuman final atas dosa belum dilaksanakan Allah saat ini, melainkan ketika Yesus datang untuk kedua kalinya. Disanalah, Anak Allah akan memisahkan domba-dombaNya dari para kambing, lalu memberi mereka mahkota kehidupan.
No comments:
Post a Comment